9 Juni 2012

My Best Friend

Malam itu, kuingat lagi dirimu sahabat. Masa - masa indah dahulu yang selalu kita habiskan bersama. Ingin kuingat lagi masa itu.

"Sahabatku, ini semua bermulai saat kau dan aku masih kecil, aku duduk di kelas 1 SMP waktu itu. Entah karena apa kita bertemu. Mataku langsung tertuju padamu, engkau pun langsung menatapku. Kau masih kecil waktu itu, aku ingat pertama kali saat kau masih berukuran sebesar telapak tanganku. Kau kutempatkan dalam sebuah akuarium sedang yang kuhias dengan sedemikian rupa sehingga menyerupai habitatmu dulu. Aku tahu kau menyukainya kawan, kau langsung berenang ke sana kemari. Waktu pun berlalu, kau tumbuh besar. Setiap kali aku pulang dari sekolah, kau selalu menyapaku dengan kibasan siripmu, dan mata yang menyejukan hatiku. Kita bermain bersama di sore hari, kau menggigitku waktu itu. Perih kawan, tapi aku senang dan bahagia sekali. Saat kau kesal padaku, kau mengingatkanku dengan semburanmu itu sahabat. Saat aku sedang sedih, kau menghiburku dengan gerakanmu yang anggun dan menenangkan. Tapi sahabat, mengapa di hari itu kau meninggalkanku sendiri, saat dirimu mengambang tak berdaya hari itu. Taukah kamu, aku hanya bisa meneteskan air mata di depan kaca akuarium. Sudah 3 tahun kita bersama, dan kau meninggalkanku hanya dalam beberapa detik kawan. Kuangkat jenazahmu, kubungkus dengan rapi. Tak kuasa aku melihat kedua matamu, kawan. Kau membuatku sedih kawan, tak bisakkah kau hidup lebih lama lagi. 3 tahun yang terindah bagiku. Aku terus memikirkanmu kawan, ingin kuteteskan lagi air mataku saat ini. Sahabat terbaikku, tidak ada lagi yang sepertimu. Kucoba menggantikanmu untuk menutup kesedihanku. Itu semua sia - sia, kawan. Tak ada yang dapat menggantikanmu. Kurelakkan kau pergi kawan, selamat tinggal sahabatku."

Akan kuingat kau selalu dalam hatiku, kau membuatku belajar. Sahabat yang sejati itu adalah seseorang yang selalu membuat engkau bahagia dalam kondisi sedih sekalipun. Tuhan terima kasih atas anugerah-Mu, Kau memberikan sahabat terbaik yang tak ada bandingannya. Walaupun ia hanya seekor ikan...

"selamat tinggal sahabat, aku harap kita bisa bertemu kembali suatu saat :)"

21 Mei 2012

7 Alasan Orang Membuang Sampah Sembarangan

Danzworld telah melakukan berbagai analisa dan observasi sehingga postingan ini keluar. Sepele mungkin masalahnya tapi perhatikan lah bahwa ini lah yang menyebabkan masih banyak sampah yang berkeliaran alias tidak pada tempatnya. Ok lah kita mulai dari alasan yang pertama: 

Malas
Tanpa disangkal lagi inilah faktor utama. Penyakit paling susah untuk disembuhkan. Untuk berpindah dari tempat kita berdiri ke sebuah tempat sampah sebenarnya tidak begitu jauh tapi apa daya, malas lah yang menghadang kita. Apalagi apabila kita sedang duduk, bermain, mengerjakan tugas.
  
Tempat sampah tidak ada di sembarang tempat 
Kalimat "Dilarang membuang sampah sembarangan!" atau "Jangan membuang sampah sembarangan!" tak memberikan dampak yang positif. Karena tempat sampah tidak ada di sembarang tempat. Bayangkan, saya menaikki angkutan umum dan kira - kira hampir 1 km setengah, saya hanya melihat dua tong sampah (yang biasanya berwarna hijau dan oranye) dan satu bak sampah. Bagaimana mau teratur, toh fasilitasnya belum diperhatikkan. Bayangkan apabila, yang lewat jalan itu adalah seorang pejalan kaki yang baru saja menghabiskan sebuah minuman dan ia harus membuang botolnya. Apalagi si pejalan kaki adalah orang yang menganut alasan pertama, maka "plung!" jatuhlah botol itu di sebuah rumput.

Sampah terlalu kecil
Apa maksudnya? Tahukah anda bungkus permen, bungkus sedotan, kemasan chiki, sedotan, rokok, dll. Itu semua lah yang seringkali membuat resah, bayangkan bungkus permen dan bungkus sedotan mudah terbang. Tidak mungkin anda mengambilnya lagi kan, apalagi anda penganut alasan pertama. Rokok pun begitu, sudah abunya yang dibuang sembarangan dan puntung rokok yang kecil dan sangat ringan sehingga mudah terbang juga. Apakah kita harus membawa asbak? Tidak! Berhentilah merokok! 

Lemparan yang meleset 
Penganut alasan ini adalah orang - orang yang hobi dengan olahraga basket, dan orang yang juga menganut alasan pertama. Jarak tempat sampah mungkin tinggal 10 langkah lagi, tapi tiba - tiba kaki jinjit dan sampah terlempar. Terbang dengan indah tapi sayangnya mendarat di tempat yang salah. Apakah akan diambil lagi sampah itu? Solusi untuk alasan ini adalah belajarlah melempar dengan menggunakan geraka parabola (Fisika), jadi harus menghitung dulu sehingga sampah tepat jatuh di tempat sampah, tidak hanya itu anda pun akan mendapat three point.

Tendangan yang meleset
Penganut alasan ini adalah orang - orang yang hobi dengan olahraga sepak bola atau futsal, dan orang yang juga menganut alasan pertama. Jarak tempat sampah mungkin tinggal 10 langkah lagi, tapi tiba - tiba kaki diayunkan dan sampah terlempar. Melambung dengan indah tapi sayangnya mendarat di tempat yang salah. Apakah akan diambil lagi sampah itu? Solusi untuk alasan ini adalah belajarlah menendang dengan menggunakan gerak parabola (Fisika), jadi harus menghitung dulu sehingga sampah tepat jatuh di tempat sampah, tidak hanya itu anda mungkin saja menjadi Top Scorer.

Tempat sampah penuh
Volume tempat sampah yang tidak seberapa sehingga saat tempat sampah penuh, ditambah lagi dengan alasan kedua. Orang - orang terus saja menaruh diatas tumpukan sampah itu, Lucunya mereka menganggapnya sebagai permainan. Apalagi kalau sudah jatuh, akankah mereka menaruhnya kembali. Mungkin mereka harus memasukkan koin terlebih dahulu agar dapat bermain lagi.

"Sampahnya nanti akan dibawa air hujan kok." atau "Sampahnya nanti akan dibawa arus sungai kok." 
Alasan ini sungguh sangat lucu dan juga menyedihkan. Kalau begitu untuk apa pemerintah menyediakan tempat sampah. Kalau begitu untuk apa kita belajar tentang sampah. Kita seharusnya mengganti alasan itu, "Wah hari ini hujan, nanti mampet lagi, banjir deh." kalau sudah begitu kan setidaknya sudah ada kesadaran. Ingat sungai bukan tempat sampah, tidak hanya sungai, begitu pula danau, waduk, got, atau laut sekalipun. Tempat itu adalah sebuah tempat tinggal juga untuk makhluk hidup lain. Maukah anda, rumah anda sendiri, penuh dengan sampah! Tentu tidak masalah apabila anda penganut alasan pertama.

"Jangan tunggu sampai bencana yang mengingatkan kita!"
Danzworlds

9 Mei 2012

Beautiful Statue

Suatu hari, seorang pemahat menemukan sebuah batu yang indah di sebuah tempat penambangan. Ia membawanya ke tempat ia bekerja. Ia mulai memahatnya. Pemahat itu mengerjakannya dengan terampi dan teliti. Ia tidak mau hasilnya menjadi berantakkan atau cacat. Seharian ia memahat batu itu. Sampai akhirnya jadilah patung itu. Keesokan harinya, seseorang mengunjungi galerinya. Betapa takjubnya ia melihat patung itu. "Indahnya patung yang kau buat, kau memang pemahat profesional." kata orang itu kepada si pemahat. "Hmm, teman biar kujelaskan. Patung itu memang sudah seindah itu sejak ia masih berupa batu, aku hanya memolesnya sedikit dan membuang bagian yang tidak perlu, maka jadilah patung itu." jawab si pemahat.